09 Juni 2020 | Dilihat: 135 Kali
Pelaku Hoax ‘Sogok’ Insiden Pancaran Kasih Terancam Penjara 6 Tahun
noeh21
Kapolda Sulut Irjen Royke Lumowa, ketika launching Timsus Maleo, beberapa waktu yang lalu.
NuStar - Sulut
Genderang perang melawan penyebar hoax dan provokasi, ditabuh Polda Sulut.

Pasca insiden Rumah Sakit Pancaran Kasih (RSPK) Manado awal Juni, sejumlah akun-akun media sosial (medsos) memposting hoax dan provokasi.

Polda Sulut gerak cepat di bawah pimpinan Kapolda Irjen Royke Lumowa. Hasilnya, salah satu pelaku ditangkap Tim Khusus (Timsus) Maleo Polda Sulut. Pelaku ini yang memposting pihak RSPK telah melakukan ‘sogokan’. Padahal tak benar.

Tersangka berinisial ML, warga Kombos, Kecamatan Singkil, Kota Manado. “Pelaku sudah kita tangkap. Saat ini sedang ditangani oleh Subdit Cyber Direktorat Reskrimsus Polda Sulut,” beber Katimsus Maleo Polda Sulut Kompol Prevly Tampanguma

Sekadar diketahui, bagi warga yang terbukti menyebar hoax, dapat diancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE (UU ITE) yang menyatakan, “Setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik yang Dapat diancam pidana berdasarkan Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.”

Sebelumnya Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa, juga sudah ‘mengancam’ para penyebar hoax dan provokasi di medsos. “Kita kejar (tangkap, red). Karena mereka melanggar Undang-undang ITE (Informasi Transaksi Elektronik),” singkat Irjen Lumowa. (nustar.team)