14 Juni 2020 | Dilihat: 385 Kali
Mantan Kasad dan Ajudan Megawati Itu Telah Pergi
noeh21
Mantan Kasad, Jenderal TNI Purn Pramono Edhie Wibowo
NuStar - Jakarta
Bangsa Indonesia kembali dilanda duka dengan meninggalnya Mantan Kasad, Jenderal TNI Purn Pramono Edhie Wibowo.

Adik kandung dari almahrumah Ibu Ani Yudhoyono itu meninggal di usia 65 tahun. Ayahnya, Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo adalah mantan Komandan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) yang punya andil besar dalam menumpas pemberontakan G 30 S/PKI.

Pramono Edhie Wibowo adalah sosok jenderal yang bertabur bintang, sebagi tanda jasa kehormatan Negara yang dianugerahkan kepadanya atas prestasi dan dedikasinya. Dilansir dari Merdeka.com, dalam karirnya, ia pernah dipercayakan menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri, di tahun 2001.

Berbagai tanda jasa kehormatan Negara yang dianugerahkan kepada almarhum yaitu Bintang Mahaputra Utama, Bintang Dharma, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintang Jalasena Utama, Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi, Darjah Utama Bakti Cemerlang (Tentera/Singapura), Meritorious Service Medal, SL. Dharma Bantala, SL. Kesetiaan XXIV, SL. Kesetiaan XVI,  SL. Kesetiaan VIII, SL. GOM VII, SL. GOM IX, SL. Ksatria Yudha, SL. Seroja, SL. Dwidya Sistha, SL. Wira Karya

Kabar kepergian mantan Panglima Kostrad (2010-2011) itu datang dari Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Nefra Firdaus dalam keterangan persnya di Jakarta, yang diterima SelatanIndonesia.com, Sabtu malam (13/6/2020).

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kabar duka datang dari keluarga besar TNI AD. Mantan Kasad, Jenderal TNI Purn Pramono Edhie Wibowo, meninggal dunia dalam usia 65 tahun, pada hari Sabtu malam pukul 19.30, tanggal 13 Juni 2020 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Cimacan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, karena sakit,” demikian dijelaskan.

Almarhum beserta keluarganya sedang berlibur di Kediaman Ds. Ciwalen Kec. Sukaresmi dan mendadak sakit dengan diagnosa serangan jantung.

Dijelaskan oleh Kadispenad bahwa “Saat ini Jenazah Almarhum masih dalam perjalanan dari di RSUD Cimacan menuju ke tempat persemayaman di Rumah Duka dengan Alamat Puri Cikeas Indah No. 08 RT 03 RW 02 Jl. Alternatif Cibubur Nagrak, Kec Gunung Putri, Bogor 16967, Jawa Barat Indonesia dan rencana besok akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan pada hari Minggu (14/6/2020).

Diungkapkan Kadispenad bahwa bahwa Jenderal TNI Purn Pramono Edhie Wibowo, kelahiran Magelang, 5 Mei 1955 merupakan Kasad ke-27 yang menjabat sejak tanggal 30 Juni 2011 hingga  20 Mei 2013. Sebelumnya Almarhum juga pernah menjabat sebagai Pangkostrad, Panglima Kodam III/Siliwangi dan Komandan Jenderal Kopassus.

Almarhum Jenderal TNI Purn Pramono Edhie Wibowo, meninggalkan seorang istri bernama Ny. Kiki Gayatri dan dua orang anak bernama Patri Astuti Dewi Anggrain dan Dewanto Edhie Wibowo
“Sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Almarhum Jenderal TNI Purn Pramono Edhie Wibowo, seluruh satuan jajaran TNI Angkatan Darat mulai hari Minggu (14/6) selama 7 hari mengibarkan bendera setengah tiang,” pungkas Nefra.

Untuk diketahui, setelah reformasi bergulir, karier Pramono terus melejit. Apalagi ketika Megawati Soekarnoputri terpilih sebagai Presiden menggantikan Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pramono terpilih menjadi Ajudan Megawati pada tahun 2001.

Pada tahun yang sama, Pramono menempuh Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI), dan kemudian menjabat sebagai Perwira Tinggi Staf Ahli Bidang Ekonomi Sesko TNI 2004.

Ia dilantik menjadi Kasad pada 2011 menggantikan Jenderal TNI George Toisutta. Inilah puncak karier Pramono Edhie sebelum akhirnya pensiun secara resmi dari militer.

Setelah pensiun dari dunia militer, ia masuk ke dunia politik dengan Partai Demokrat. Pramono Edhie Wibowo juga menjadi salah satu kandidat peserta Konvensi Capres Partai Demokrat bersama 10 orang kandidat lainnya. Di Demokrat, Pramono menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK). *)Dispenad

Riwayat Jabatan:

Komandan Pleton Grup I Kopassandha (1980-1981)

Perwira Operasi Grup I Kopassandha (1981)

Komandan Kompi 112/11 grup I Kopassandha (1984)

Dik Seskoad (1995)

Kasi Ops Grup 1 Kopassus (1994-1996)

Perwira Intel Operasi grup I Kopassus (1996)

Wakil komandan Grup 1/Kopassus (1996-1998)

Komandan Grup 1/Kopassus (1998-2001)

Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri (2001)

Dikreg Sesko TNI (2001)

Perwira Tinggi Staf Ahli Bidang Ekonomi Sesko TNI (2004-2005)

Wakil Danjen Kopassus (2005-2007)

Kasdam IV/Diponegoro (2007-2008)
Danjen Kopassus (2008-2009)

Pangdam III/Siliwangi (2009-2010)

Panglima Kostrad (2010-2011)

Kepala Staf Angkatan Darat (2011-2013)