22 Mei 2020 | Dilihat: 25 Kali
Umat Muslim Kutai Barat Di Minta Laksanakan Shalat Ied Dirumah Masing-Masing.
noeh21
(Tenggah) Bupati Kutai Barat, saat memimpin rapat Koordinasi.
NuStar - Sendawar
Pemerintah Kutai Barat menegaskan agar seluruh masyarakat kaum muslimin di Kabupaten Kutai Barat untuk melaksanakan Shalat Ied dirumah masing-masing, dalam merayakan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah pada Minggu (24/05/2020) mendatang, sesuai protokol kesehatan pemerintah dimasa wabah pandemi corona virus diseace (covid -19) untuk keamanan dan kesehatan bersama.

Hal tersebut yang menjadi keputusan bersama pada rapat koordinasi Forkompida, Kemenag Kutai Barat, MUI Kutai Barat, Pimpinan Ormas Islam, FKUB Kutai Barat dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kutai Barat di Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat, Kamis, 20 Mei 2020.

Bupati Kutai Barat FX Yapan menjelaskan, hal ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Kalimantan Timur Nomor 300.1/3264/BPPOD.1. tertanggal Senin, 18 Mei 2020, tentang penetapan dan penegakan protokol kesehatan dalam rangka menyambut hari raya idul fitri 1441 H.

“Pada hari ini Kamis (21/05/2020, sesuai hasil rapat koordinasi (rakor) bersama Forkompida, Kemenag Kutai Barat, MUI Kutai Barat, Pimpinan Ormas Islam, FKUB Kutai Barat beserta Tim Gugus Covid Kutai Barat dan stakeholder lainnya, diputuskan melaksanakan Surat Edaran Gubernur Kaltim tersebut, tentang penetapan dan penegakan protokol kesehatan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 H,"ungkapnya.

"Mari sayangi keluarga dan orang di sekeliling kita, dengan bersama-sama mematuhi protokol kesehatan, berpikir positif, dan bertindak proaktif. Untuk memutuskan rantai penularan ini wabah Covid-19 ini," pungkasnya.

Berikut lima (5) point/isi dari Surat Edaran Gubernur Kalimantan Timur yang menjadi dasar terbitnya Surat Edaran Bupati Kutai nomor : 339/1972/kesbangpol-TU/PIM/V/2020 tertanggal 21 Mei 2020 :

1. Dalam Permenkes RI nomor 9 tahun 2020 tentang pedoman pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan penanganan wabah virus corona untuk menutus mata rantai penularan covid 19. Maka kegiatan keagamaan yang bersifat pengumpulan masa dan menjadi tempat kerumunan orang banyak adalah hal yang dilarang.

2. Pemerintah agar dapat menghimbau dengan sangat agar ketentuan pada point 1 tidak dilanggar.

3. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bersama tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat untuk bersama-sama menyakinkan bahwa ibadah yang sifatnya sunnah sebaiknya tidak dilaksanakan di Masjid atau dilapangan terbuka.

4. Sebagaimana Surat Edaran Menteri Agama RI nomor 6 tahun 2020 tentang panduan ibadah ramadhan dan idul fitri 1 syawal 1441 H ditengah pandemi wabah covid 19. Sebaiknya seluruh kaum muslimin agar dapat melakukan sholat ied dirumah saja.

5  Himbauan untuk tetap melarang mudik tetap dilaksanakan dan Polri, TNI serta Satpol PP melakukan penjagaan lebih diperketat khususnya dimalam hari.

Dalam Edaran tersebut Bupati Kutai Barat, menegaskan  untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh semua stakeholder dan seluruh elemen di Kabupaten Kutai Barat, dengan selalu mengutamakan protokol kesehatan. 

(Team)