04 Juni 2020 | Dilihat: 106 Kali
Rumah Ibadah Dibuka 5 Juni, Wali Kota Balikpapan Keluarkan Edaran Panduan Beribadah
noeh21
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi saat meninjau persiapan Balikpapan Islamic Center dalam menerapkan protokol kesehatan, Selasa (02/6/2020)
NuStar - Balikpapan
Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, membuka kembali kegiatan di rumah ibadah mulai 5 Juni 2020.

Hal tersebut sesuai Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 440/0372/Kesra tentang Panduan Penyelenggaran Kegiatan Keagamaan dan Sosial di Rumah Ibadah pada Masa Pandemi Covid-19.

Edaran tersebut memuat sejumlah panduan untuk kegiatan keagamaan selama masa relaksasi menuju penerapan new normal di Balikpapan.

Aturan tersebut meliputi, rumah ibadah yang menggelar kegiatan ibadah harus mengajukan permohonan surat keterangan bahwa kawasan atau lingkungan rumah ibadah tersebut aman dari Covid-19.

Permohonan diajukan pengurus atau penanggungjawab rumah ibadah secara berjenjang dari camat sampai ke wali kota.

Apabila lingkungan atau kawasan rumah ibadah itu dirasa aman, maka akan diberikan. Begitu sebaliknya.

“Jadi enggak langsung dibuka semua. Rumah ibadah pun dibuka bertahap. Menuju new normal di Balikpapan itu ada tahapannya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Andi Sri Juliarty saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/6/2020).

Setelah diberikan izin, penanggung jawab rumah ibadah tersebut harus membentuk tim atau petugas Gugus Tugas Covid-19 di area rumah ibadah untuk pengawasan selama ibadah.

Jumlah jemaah yang hadir maksimal 20 persen dari kapasitas rumah ibadah dan wajib menerapkan batas jarak minimal 1 meter dengan memberi tanda khusus di lantai atau kursi.

“Masing-masing jemaah diminta membawa perlengkapan ibadah sendiri. Wajib masker, cek suhu tubuh, cuci tangan atau hand sanitizer di pintu masuk,” tegasnya.

Jumlah pintu keluar masuk rumah
ibadah pun dibatasi guna memudahkan pengawasan dan penerapan protokol kesehatan.

Waktu pelaksanaan ibadah sebisa mungkin dipersingkat tanpa mengurangi kesempurnaan beribadah.

“Jemaah yang hadir wajib sehat. Anak-anak dan lansia dianjurkan ibadah di rumah saja,” kata dia.
Rumah ibadah wajib memasang imbauan protokol kesehatan di area rumah ibadah.

Selama pandemi Covid-19, pengurus rumah ibadah dilarang mengundang khatib atau imam dari luar daerah untuk ceramah atau mengumpulkan massa.