12 Januari 2021 | Dilihat: 11 Kali
Rilis BPBD Kaltim per Senin 11 Januari 2021
noeh21
NuStar - BALIKPAPAN 
Kota Balikpapan masih menjadi penyumbang terbesar kasus positif Covid-19. Data Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim pada Senin (11/1/2021) menyebutkan tambahan 101 kasus positif di Kota Minyak itu. Dengan tambahan itu, total kasus positif yang pernah terjadi di Balikpapan mencapai 7.015 kasus. 

Dari jumlah itu, sebanyak 5.523 kasus sembuh, 295 meninggal dunia dan 1.197 masih dalam perawatan.

"Sebagian tambahan di Balikpapan merupakan hasil  tracing (pelacakan kontak erat) dari klaster keluarga," ungkap Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim Yudha Pranoto, Selasa (12/1/2021).

Bukan hanya klaster keluarga, tracing juga dilakukan untuk klaster pekerja perbankan. Pelacakan kontak erat juga dilakukan kepada  pekerja informal seperti penjual sayur, pekerja swalayan, distributor barang, dan ojek online.

"Ini yang harus kita waspadai karena untuk ojek online, mobilitas mereka pasti cukup tinggi," tambah Yudha.

Sebab itu, demi mencegah kemungkinan tertular atau menularkan, maka masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 3M secara ketat. Memakai masker, menjaga jarak aman dan rajin mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim H Isran Noor juga mengingatkan kepada manajemen perusahaan-perusahaan yang pekerjanya banyak bermukim di luar Kaltim agar lebih mengetatkan penjagaan dan pemeriksaan saat mereka kembali dari daerah asal. 

Pasalnya tidak sedikit kasus yang terjadi,  justru berasal dari perusahaan yang pekerjanya tinggal di luar Kaltim.

"Jadi kami mohon kerja sama yang baik dari perusahaan-perusahaan, terutama perusahaan tambang batu bara, migas dan lainnya untuk bersama-sama mencegah masuknya Covid-19 ke Kaltim," seru Gubernur Isran, saat puncak peringatan HUT Ke-64 Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (9/1/2021).[nustar.team]