22 Mei 2020 | Dilihat: 29 Kali
LO BNPB Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wilayah Kaltim Kunjungi Kota Bontang
noeh21
NuStar - Bontang
Liaison Officer (LO) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Brigjen TNI (Purn) Nanang Hariyanto melakukan kunjungan kerja ke Kota Bontang.

Kunjungan ini dalam rangka sinergitas dan monitoring dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Bontang.  

Kedatangan LO BNPB diterima Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, di Pendopo Rujab wali kota, Jl. Awang Long, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (21/5/2020).

Turut hadir Sekretaris Daerah selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bontang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Baznas, unsur Forkopimda diantaranya Dandim 0908 dan Wakil Kapolres Bontang.

Pada pertemuan ini, Neni Moerniaeni mempresentasikan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Bontang. Ia menyebut hingga saat ini penyebaran Covid-19 melalui transmisi lokal tidak terjadi di Kota Taman, hal itu disebabkan koordinasi dan pengawasan yang baik antara pemerintah, unsur Forkopimda, dan pihak swasta.

Neni juga memaparkan upaya lain yang telah dilakukan yakni menerbitkan kebijakan Pemkot Bontang tentang penanggulangan Covid-19 yang ditindaklanjuti dan diimplementasikan seluruh sektor mulai dari OPD, instansi, hingga perusahaan.

“Pada institusi, tempat umum seluruhnya menerapkan standar kesehatan maksimal dengan menyediakan fasilitas cuci tangan. Alhamdulillah kita dibantu perusahaan melalui CSR,” ujar Neni.

Selain itu, Pemkot Bontang juga melakukan rapid tes masal secara gratis kepada 1.000 orang, membentuk relawan muda Covid-19 yakni 5 orang di setiap RT, serta intervensi efektif.

Selanjutnya, melakukan refocusing APBD Kota Bontang sebesar Rp. 68,350 miliar untuk dialokasikan pada penanganan Covid-19 di tiga sektor, yaitu penanganan kesehatan Rp. 27,066 miliar, dampak ekonomi Rp. 20,534 miliar, dan jaring pengamanan sosial sebesar Rp. 20,750 miliar.

“Kita tidak tahu sampai kapan (Covid-19). Kita bergandengan tangan, semua elemen masyarakat, TNI, Polri, dan stakeholders lainnya bersama Pemkot Bontang,” pungkas Neni.

Sementara itu, Nanang Hariyanto menjelaskan tujuan kedatangannya untuk melihat sejauh mana keseriusan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota dalam menangani Covid-19.

Untuk Kota Bontang, ia menyampaikan apresiasi atas upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemkot Bontang.

Menurutnya, penanganan Covid-19 di Kota Bontang cukup baik, namun perlu diikuti peningkatan kesadaran masyarakat.

“Jadi penanganan (Covid-19) ini (di Kota Bontang) cukup bagus, Pemkot Bontang dengan beberapa langkah (penanganan) itu sudah dilakukan tapi kesadaran masyarakat yang perlu ditingkatkan,” kata Nanang Hariyanto.

Ia berharap sosialisasi terus digalakkan agar nantinya masyarakat lebih sadar terhadap protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Nanang Hariyanto menambahkan, dalam lawatan kali ini juga bermaksud menghimpun tiga poin yang nantinya menjadi sumber data BNPB untuk mengambil keputusan.
Pertama, data operasional meliputi jumlah konfirmasi positif, ODP, PDP, dan meninggal dunia. Kedua, data logistik baik yang diterima dari batuan Pemerintah Pusat maupun instansi lainnya. ketiga adalah data laboratorium.

“Disini (Kota Bontang) belum laboratorium, tapi alatnya sudah ada tinggal cartridge itu.

Mudah-mudahan dengan kedatangan saya ini kita bisa langsung minta kepada beliau (pimpinan) untuk didukung cartridge,” sambungnya.
Usai diterima di Pendopo Rujab, LO BNPB Brigjen TNI (Purn) Nanang Hariyanto bersama rombongan bergerak mengunjungi Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Bontang di Publik Service Center (PSC) dan dilanjutkan ke Pos Check Point Tugu Selamat Datang Kota Bontang. 

(Team)