30 Mei 2020 | Dilihat: 58 Kali
Kita Didaerah Akan Menunggu, Kebijakan New Normal Pemerintah Pusat.
noeh21
Sekdakab Kutai Barat saat konferensi pers di media center penanganan Covid-19 di Kutai Barat.
NuStar - Kubar
Saat memantau di posko Long Iram dan posko Dilang Puti, masih banyak masyarakat yang kurang mematuhi aturan atau protokol kesehatan pemerintah dalam memerangi wabah Covid-19, dengan berbagai karakter, hal tersebut membuat petugas dilapangan mengalami kejenuhan. Ungkap Sekretaris daerah Kutai Barat, didampingi Asisten I dan Asisten II Setdakab Kutai Barat, Direktur RSUD HIS, Kadiskes Kutai Barat, perwakilan Polres Kutai Barat dan BPBD Kutai Barat di media Center Percepatan Penanganan Covid-19 Kutai Barat. Kamis, 28 Mei 2020 malam.

Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur “dari Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kutai Barat, dua hari ini (Kamis, 28/05) telah memantau teman-teman di posko Long Iram dan posko Dilang Puti Kecamatan Bentian Besar, ada banyak hal yang diungkapkan diantaranya kapan masalah covid-19 ini segera berakhir dan masih banyak masyarakat yang belum taat aturan pemerintah terkait pencegahan Covid-19 dengan berbagai karakternya, ini yang membuat teman-teman  mengalami kejenuhan,” terangnya.

Lebih lanjut Sekdakab Kutai Barat menjelaskan, “masalah isu new normal yang banyak dipertanyakan teman-teman di posko dan media sosial, hal ini tentu kita didaerah akan mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat.”
“Kita Tim Gugus Tugas Covid-19 di daerah tidak mungkin membuat keputusan sendiri, namun akan menunggu seperti apa bentuknya yang diturunkan dari pemerintah pusat, ini semua tujuannya pasti untuk kebaikan bersama,”pungkas Sekdakab Kutai Barat.

Catatan penanganan covid-19 di Kutai Barat, Kamis (28/5) dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan PKM Dilang Puti pelaku perjalanan mencapai 653 orang dan kendaraan masuk 442 unit. PKM Long Iram pengunjung sebanyak 278 orang dan kendaraan 162 unit.

Kasus pasien terkonfirmasi covid-19 21 orang, pasien dinyatakan sembuh 5 orang dan pasien dalam perawatan menjadi 16 orang. Pasien dalam pengawasan (PDP) 9 dan meninggal 1 orang. Orang dalam pemantauan (ODP) 222 orang, orang tanpa gejala (OTG) 209 orang, selesai pemantauan 203 orang, proses pemantauan 19 orang. Pelaku perjalanan terakumulasi sejak awal sebanyak  9.313 orang.  (team)