27 Juni 2020 | Dilihat: 1239 Kali
ISRAN : NARKOBA DAN CORONA SAMA BERBAHAYANYA
noeh21
Foto : Gubernur Isran Noor menjawab pertanyaan wartawan seputar pencegahan narkoba di Kaltim
NuStar - Kaltim
Narkoba (narkotika dan obat/bahan berbahaya) memberikan dampak yang besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Lebih berbahaya lagi, narkoba sudah menyasar semua lapisan masyarakat dan keluarga. 

Selain menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa, narkoba juga sangat merusak dan membahayakan kesehatan. Oleh karenanya, usai menghadiri puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2020, Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor kembali mengingatkan bahaya penyalahgunaan barang haram ini, terutama bagi generasi penerus bangsa dan masyarakat secara luas. 

"Tadi Bapak Wakil Presiden (Wapres Ma'ruf Amin) sudah mengingatkan kita bahwa narkoba musuh bersama. Tentu kita semua harus bertekad yang sama, bagaimana mengantisipasi, menanggulangi bahkan memerangi narkoba ini.

Jangan ada di sekitar kita," kata Isran Noor di Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah (Bareta) Jalan Poros Samarinda-Bontang KM 6 Samarinda Utara, Jumat (26/6).
 
Terlebih lagi saat ini lanjut Isran, bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia dan tidak terkecuali Kaltim, sedang menghadapi masalah baru, yakni penyebaran wabah virus corona (Covid-19). Kedua-duanya menurut pemimpin Benua Etam ini, sama berbahayanya, sehingga perlu standar penanganan yang sama untuk melindungi masyarakat agar tetap hidup sehat, produktif dan aman dari bahaya/ancaman narkoba dan Covid-19. 

Isran mengungkapkan tema HANI tahun ini sangat tepat. Yaitu, Hidup 100% di Era New Normal. Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia Tanpa Narkoba. Artinya semua harus berupaya bertahan hidup 100%, dengan tetap sadar, sehat, produktif dan bahagia di masa pandemi Covid-19. 

"Kalau mau sehat memasuki adaptasi kebiasaan baru, ya jauhi narkoba, juga hindari virus corona. Pandemi telah memaksa kita untuk melakukan penyesuaian. Baik cara berpikir hingga perilaku baru dengan protokol kesehatan yang ketat.

Semuanya menuntut inovasi baru disertai kepatuhan hukum dan disiplin tinggi," ungkap Isran Noor. (nustar.team)