27 Mei 2020 | Dilihat: 33 Kali
Pejabat Pemkab SITARO Isolasi di Rumah Singgah
noeh21
Foto : Para Pejabat Pemkab Kepulauan Sitaro saat berada di rumah singgah
NuStar - Sitaro
Sejumlah pejabat di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) lakukan isolasi di rumah singgah Gedung Sentra IKM Ondong.

Para pejabat tersebut masuk rumah singgah dikarenakan sebelumnya melakukan perjalanan dari Pulau Tagulandang ke Siau, Senin (25/5/2020) dengan menggunakan jasa pelayaran KM Majestic 2.

Setibanya di pelabuhan, para pejabat tersebut langsung diarahkan oleh petugas dan Tim Gugus Tugas utuk melakukan Rapid Test dan selanjutnya masuk rumah singgah.

Bupati Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dengan tegas menyampaikan dan memberikan instruksi, bahwa semua pelaku perjalanan apalagi yang berasal dari Zona Merah wajib isolasi.

“Mereka yang masuk rumah singgah memang tidak berasal dari Zona Merah, mereka dari Tagulandang masuk Siau. Akan tetapi karena mereka menggunakan transportasi umum, jadi harus masuk isolasi, "ungkap Bupati Evangelian Sasingen.

Di atas kapal, para pejabat bukan hanya sendiri, ada penumpang yang berasal dari Zona Merah, seperti Manado, dimana rute KM. Majestic Kawanua 2 memang dari Manado-Tagulandang-Siau.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sitaro Dr. Samuel Raule MKes mengatakan bahwa jika hasil Rapid Test reaktif, tempat isolasi bukan lagi di rumah singgah namun Puskesmas atau Rumah Sakit Daerah.

“Protapnya sudah demikian, jadi harus dijalani oleh siapa saja pelaku perjalanan,” ujarnya.

Selanjutnya, Bupati Evangelian Sasingen menuturkan bahwa warga masyarakat yang bukan PNS atau THL, jika di kampung ada Rumah Singgah diarahkan ke kampung masing-masing.

Nama-nama penumpang secara lengkap ada di Tim Gugus Tugas, karena setibanya di pelabuhan langsung dikoordinasikan dengan Kapitalau/Lurah dan Perangkat Kampung untuk direkomendasikan melakukan isolasi di rumah singgah di kampung masing-masing.

Teknisnya diatur oleh Pemerintah Kampung atau Kelurahan.

Kampung yang belum memiliki rumah singgah, maka warga yang wajib isolasi diarahkan untuk masuk ke 4 rumah singgah yang disiapkan pemerintah.

Penghuni rumah singgah ada 2 di Siau, yaitu di Gedung Sentra Gedung TK Mabura Kecamatan Siau Timur dan di Gedung Sentra IKM Kecamatan Siau Barat.

Ada juga 1 di Tagulandang, tepatnya di Gedung BLK di Kecamatan Tagulandang dan 1 di Biaro yaitu di Gedung Pasar Lamanggo Kecamatan Biaro.

Tentu untuk berjalan baik dan efektif, langkah ini membutuhkan dukungan semua pihak dan ketulusan melaksanakan.

Oleh karena itu, Bupati mengharapkan dukungan semua elemen termasuk masyarakat.

“Bagi mereka yang melakukan perjalanan dari Zona Merah harap masuk rumah singgah. Personil Kami terbatas, baik personil Pemkab, Personil TNI/Polri, dan personil tenaga kesehatan. Tidak mungkin kami mengawasi full 24 jam,” tandas Sasingen.

Mulai dari masuk pelabuhan, rumah singgah untuk isolasi selama 14 hari.

“Tentu ada kekurangan dalam pengawasan ini. Karena itu butuh juga dukungan semua pihak termasuk warga masyarakat. Jika ada kekurangan dalam langkah ini, mohon masukan warga masyarakat, tapi juga mohon dilengkapi kekurangan kami,” ungkapnya.

Tentu kami sangat berharap, tidak ada warga Sitaro yang terkena COVID-19.

“Kamipun tidak sempurna, karena itu mohon juga dilengkapi kekurangan kami, mohon pengertian, mohon dukungan dan mohon kerjasama masyarakat dan semua unsur yang ada di Sitaro, agar daerah ini tetap Aman, harap Sasingen. (team)